64. Jangan menggunakan keyword phrase terlalu banyak (hindari!): keyword stuffing adalah praktek dalam mengulang keyword atau keyword phrase berkali-kali sampai akhirnya dalam page tersebut tidak ada teks lain selain keyword phrase. Cek dengan keyword density untuk mengetahui seberapa sering pengulangan itu terjadi, bila idikasinya diatas 10% artinya terlalu berlebihan. Jika dalam penyisipan keyword terlalu mencolok, search engine akan langsung memfinalti.
65. Jangan berharap pada link-link yang datang dari IP yang sama (hindari!): memang Google tidak mendeskriminasikan domain-domain yang berasal dari IP yang sama (seperti domain-domain yang menggunakan virtual hosting), tetapi ada beberapa search engine lain yang melakukan hal tersebut. Sehingga ada baiknya untuk mengembangkan inbound link dengan link-link dari domain lain yang kita miliki. Hal yang sama juga berlaku untuk domain yang berada pada hosting provider yang sama (berasal dari C-level IP address yang sama). Google tidak akan menfinalti site-site seperti ini, tapi mesin yang lain mungkin akan melakukannya.
Berikut beberapa situasi sangat mencolok yang membuat sebuah site terkena ban oleh search engine.
66. Jangan gunakan lebih dari 10 kata untuk URL (hindari!): jika kita ingin menaruh keyword di URL (dan di domain juga), URL yang panjang akan tampak seperti spam baik di mata pengunjung maupun search engine. Namun demikian ini bukanlah isu serius, dan jika terpaksa harus menggunakan 11 – 15 kata di URL, seharusnya tidak menjadi masalah, sepanjang tidak dilakukan setiap waktu.
67. Jangan gunakan URL parameter (hindari!): parameter di URL akan membuatnya menjadi lebih panjang dan sulit bagi setiap pengunjung untuk membacanya. Dan search engine akan terkacaukan oleh parameter tersebut, terutama jika parameter ini dimaksudkan untuk menyimpan informasi customer, dan tidak mengindikasikan sebagai web page yang berbeda. Selain itu search engine tidak akan merangking dynamic page lebih tinggi dari statis page, dan kebanyakan dynamic page menggunakan parameter di URL untuk mengindikasikan halaman yang benar. Jika memang harus memasang parameter, ada baiknya mempertimbangkan untuk menulis ulang URL ke static URL, setidaknya untuk page-page yang memang sangat penting.
68. Jangan gunakan dynamic URL (hindari!): secara umum, spider lebih memilih static URL dibanding dengan yang dynamic. Memang ada kemungkinan untuk mendapatkan rangking lebih tinggi dengan dynamic URL, tapi akan lebih mudah lagi bila dynamic URl-nya di redirect ke static URL yang lebih pendek
69. Jangan gunakan session ID (hindari!): sama seperti dynamic URL, search engines kurang menyukai URL dengan session ID didalamnya. Realitasnya, session ID dapat mendatangkan lebih banyak masalah dengan search engine spider dibanding dynamic URL. Permasalahannya adalah, setiap kali spider datang ke site dengan session ID maka akan diindex site itu sebagai URL yang benar-benar baru- meskipun contentnya identik. Ini dapat membuat search engine berfikir kita sedang melakukan spamnya dengan identical content, dan dapat membuat site tersebut kena ban. Dalam Google guidelines sekarang disebutkan jika id= URL parameters are okay, tapi bukan berarti search engine lainnya melakukan hal yang sama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar